Wednesday, January 4, 2012

Karya Anak Bangsa "Kiat Esemka"


Jumlah Pesanan 'Kiat Esemka" Puluhan Ribu
Nasional / Kamis, 5 Januari 2012 12:17 WIB

Metrotvnews.com, Klaten: Mobil buatan anak-anak sekolah menengah kejuruan di Solo, "Kiat Esemka", kebanjiran pesanan. Pesanan melambung hingga puluhan ribu. Hal itu dikatakan pembina pembuatan mobil "Kiat Esemka", Sukiyat, di Klaten, Jawa Tengah, Kamis (5/1).

Sukiyat mengakui, sejak mobil "Kiat Esemka" digunakan sebagai mobil dinas Wali Kota Solo Joko Widodo permintaan mobil tersebut naik tajam. Sukiyat menjelaskan, sudah puluhan ribu pemesan dari seluruh Indonesia yang masuk. Mereka harus antre selama empat bulan ke depan.

Sukiyat menjelaskan, pihaknya saat ini masih menunggu proses perizinan yang sedang diurus. Jika izin sudah turun, Sukiyat mengaku siap memproduksi massal untuk memenuhi permintaan pasar.

Proses pembuatan massal mobil itu akan dilakukan dengan menggandeng SMK di seluruh Indonesia. Sebab, jelas Sukiyat, nafas pembuatan mobil ini adalah ingin melatih dan memberi ilmu kepada siswa SMK dalam hal perakitan serta penjualan mobil. Begitu lulus mereka siap masuk ke dunia kerja dan berpoduksi sendiri.

Saat ini pembuatan mobil berkapsitas 1500 cc itu melibatkan sebanyak 23 SMK di Indonesia. Nantinya, akan banyak lagi SMK yang dilibatkan untuk memenuhi puluhan ribu pesanantersebut. Sukiyat mengaku sedang mengejar penandatanganan kerja sama dengan sejumlah SMK untuk pembuatan mobil ini.

Sementara itu, berbagai masukan dan kritikan dari para pejabat yang sudah mencoba langsung akan dijadikan bahan untuk perbaikan dan peningkatan kualitas mobil. Diyakini mobil yang komponennya 80 persen lokal dan 20 persen impor itu akan dapat bersaing di pasaran. (Andy Kurniawan/DOR)

Friday, December 16, 2011

Orang Timor Buru Tuna Sejak 42.000 Tahun Lalu
Timbunan fosil tulang ikan, termasuk alat memancing ditemukan di Jerimalai, Timor Leste.
Jum'at, 16 Desember 2011, 13:25 WIB
Elin Yunita Kristanti
Ikan tuna (dailymail.co.uk)

VIVAnews - Tuna ternyata sudah menjadi menu makanan yang lebih lama dari yang kita duga. Bahkan, 42.000 tahun lalu, nelayan purba sudah bisa memancingnya dari kedalaman laut. Temuan ini memperbarui data sebelumnya, yang menyatakan, manusia mulai memancing menggunakan kail atau tombak pada 12.000 tahun lalu.

Kesimpulan tersebut didapat setelah Sue O'Connor dan timnya dari Australian National University Canberra, Australia melakukan penggalian di Jerimalai, Timor Timur. Mereka menemukan 38.000 tulang ikan dari 23 jenis, termask tuna dan ikan kakak tua -- yang bisa dipancing dari laut dalam. Tes radiokarbon menunjukkan, tulang tersebut berusia 42.000 tahun.

Di tengah puing-puing ikan purba, juga ditemukan kail ikan dari cangkang kerang -- yang berusia 16.000 hingga 23.000 tahun. "Ini adalah contoh kail ikan pertama yang diketahui," kata O'Connor, seperti dimuat situs sains, New Scientist. Kail lain yang ditemukan diduga dibuat pada 11.000 tahun lalu.

Sementara, Sandra Bowdler dari University of Western Australia, Perth -- meski tak terlibat dalam penelitian -- meyakini, manusia yang berkoloni di Timor Timur 42.000 tahun lalu punya kemampuan memancing yang mumpuni. "Manusia saat itu diasumsikan punya kapasitas otak seperti manusia saat ini.

Sementara ilmuwan lain mengatakan, lokasi penemuan fosil bangkai ikan sangat unik. "Tidak ada tempat seperti ini di dunia," kata Ian McNiven, dari Monash University di Melbourne, yang bukan anggota tim O'Connor. "Mungkin ini adalah lokasi untuk memancing."

Salah satu faktor mengapa manusia saat itu punya kemampuan memancing adalah faktor kebutuhan. Timor Timur hanya punya sedikit binatang yang bisa disantap di atas tanah, mereka harus memiliki kemampuan memancing untuk bertahan hidup. "Kebutuhan adalah ibu dari penemuan," kata O'Connor. "Selain dari kelelawar dan tikus, tidak ada makanan di sana."

Tapi itu tidak berarti memancing yang dimulai dari wilayah tersebut. Pada saat itu, level air laut sekitar 60 sampai 70 meter lebih rendah dari hari ini.

Situs manapun yang pernah ditempati manusia yang terletak di pantai Pleistocene - bukan di tebing pantai seperti halnya Jerimalai -, sekarang terendam.

Pola yang lebih luas dari migrasi manusia menunjukkan, lebih banyak bukti kebudayaan menangkap ikan ditemukan melalui pencarian situs-situs yang terendam. Setelah meninggalkan Afrika sekitar 70.000 tahun yang lalu, hanya butuh sekitar 20.000 tahun sampai mereka menyebar di Asia dan Australia.

Perjalanan melewati Eropa, meski jaraknya lebih pendek, membutuhkan waktu 30.000 tahun. "Manusia kelihatannya bergerak lebih cepat di sepanjang pantai," kata McNiven. "Perkembangan kemampuan memancing bisa membuat mereka terus bergerak." (umi)
• VIVAnews

Thursday, December 15, 2011

Kenapa Harus Perikanan di PSP Undip??

Kenapa Harus Perikanan di PSP Undip??

Sering saya ditanya pertanyaan semacam itu, dan mungkin sering juga teman-teman ditanya hal semacam itu.
Memang benar bahwa perikanan itu bukanlah jurusan yang diminati, beda dengan jurusan teknik ataupun bahkan kedokteran. Meskipun sedikit peminatnya tapi saya yakin kedepannya perikanan akan sangat diminati, karena tidak dapat dipungkiri bahwa negara kita ini adalah negara maritim, dimana daerah perairannya jauh lebih luas daripada daratannya.

kenapa saya masuk perikanan?
Sejak SMA kelas 2, saya sudah berminat masuk perikanan, karena dulu keluarga saya punya kolam ikan, saya juga suka terhadap air, suka berenang,. Tapi dulu impian saya adalah kuliah di perikanan tapi juga belajar masalah biologi tumbuhan, masalah tanaman hias, ataupun pepohonan,. Memang aneh, tapi itulah kenyataan, saya suka dengan perairan dan suka juga menanam tanaman,.
Tapi setelah masuk PSP undip, semua tidak berjalan seperti yang saya harapkan,. Sejujurnya saya ingin masuk perikanan UGM sehingga bisa masuk perpustakaan biologi disana yang sudah terkenal bagusnya. Saya gagal masuk UGM karena telah membayar biaya PSSB undip, meskipun waktu itu saya juga diteima di budidaya perikanan UGM. Saya menghargai uang yang telah diberikan orang tua saya, tidak mau membebani lebih dengan pindah di universitas lain,. Yah,. begitulah,. semenjak itu saya resmi menjadi mahasiswa Undip.,
Tidak ada yang perlu disesali, karena semuanya telah digariskan oleh yang maha kuasa,. dan saya yakin inilah yang terbaik untuk saya., dimanapun kita berada, jika kita menghadapinya, menjalaninya dengan sepenuh hati, insyaAllah akan menjadi baik,. kita harus mempunyai keyakinan terhadap hal tersebut,.

yah begitulah,. memang membingungkan apa yang saya tuliskan di atas, apa lagi saya bukanlah pujangga yang pandai merangkai kata,.^_^,. semoga bermanfaatlah,. terutama bagi saya pribadi,.. trimakasih telah membaca,.

Monday, December 5, 2011

Merindukan Ayah Dan Ibu

Merindukan Ayah Dan Ibu



By: M. Agus Syafii



"Saya merindukan ayah dan ibu..Mas," tutur seorang gadis di Rumah Amalia. Ia bercerita kebahagiaan di dalam hidupnya memiliki orang tua yang sangat perhatian adalah dambaan setiap orang di masa kanak-kanak. Ia merasa beruntung karena memiliki ayah dan ibu yang sangat mencintai dirinya. Bahkan ayah dan ibu sangat memanjakannya, barang yang diinginkannya sebisa mungkin ayah dan ibu mengabulkan. Begitu besar cinta dan perhatian mereka sehingga tidak pernah menyangka ternata ia hanyalah anak adopsi. Kenyataan itu membuat hatinya terluka perih, menyayat hatinya yang paling dalam. Ia menjadi minder dan menarik diri dari pergaulan. Ayah dan Ibunya selalu menghibur dan menyakinkannya, kalau setatus itu tidak akan mengubah kasih sayang mereka. Meski sulit namun akhirnya ia berusaha untuk menerima kenyataan hidup ini. Badai kehidupan itu datang menghempas, sebulan kemudian ayahnya meninggal karena sakit ginjal dan tidak lama kemudian ibunya yang sangat dicintainya menyusul meninggalkan dirinya untuk selamanya.



Kepergian ayah dan ibunya tidak membuat penderitaannya berakhir, seminggu ibu meninggal, paman dan tante dari ayah mendatangi rumahnya. Mereka membicarakan harta peninggalan ayah dan ibu, "Rumah peninggalan ayah dan ibumu adalah hak kami, kamu tidak memiliki hak sama sekali atas rumah ini. Jadi, kami minta dalam seminggu ini tinggalkan rumah ini karena akan langsung dijual." ujar tante. Ucapan itu membuat ia terhenyak, tak terasa ia menjerit, air matanya meleleh. "Kalau rumah ini dijual, aku harus tinggal dimana?" Paman menjawab tanpa perasaan bersalah sedikitpun. "Ya, terserah kamu, mau tinggal dimana. itu bukan urusan kami." Ia tidak bisa mengatakan apapun. Hatinya terasa pedih, tubuhnya lemah tak berdaya. Menangis tersedu-sedu. Paman dan tantenya pergi meninggal dirinya begitu saja. Keesokan harinya tanpa harus menunggu seminggu, ia sudah meninggalkan rumah. Kesedihan terasa begitu menyakitkan karena begitu banyak kenangan manis di rumah itu. Ia hanya membawa album berisi poto-poto dengan ayah dan ibunya serta baju secukupnya. Pergi ke rumah teman karibnya. Untunglah semua cobaan itu bisa dilaluinya. Keyakinan bahwa semua itu adalah kehendak Allah yang harus dilaluinya membuat dirinya menjadi kuat dan sabar. Ibadah sholat fardhu tidak pernah ditinggalkan, memanjatkan doa kepada Allah untuk ayah dan ibu. Sampai kemudian mendapatkan pekerjaan dan sekarang sudah bisa mengontrak rumah sendiri. Subhanallah.



Wassalam,

M. Agus Syafii

MENJADI PRIBADI YANG BERMANFAAT

Proses Tumbuhnya Benih
Oleh Dr. Mohamad Daudah

Proses penumbuhan termasuk proses kehidupan yang terjadi di muka bumi ini, dan ia merupakan sebagian dari bukti akan kekuasaan Ilahi di alam semesta. Seandainya tidak ada proses penumbuhan, maka tidak ada tumbuh-tumbuhan di dunia. Seandainya tidak ada tumbuh-tumbuhan di bumi, maka tidak ada klorofil. Dan seandainya tidak ada klorofil, maka tidak ada kehidupan di bumi.

Allah berfirman, ‘Atau siapakah yang telah menciptakan langit dan bumi dan yang menurunkan air untukmu dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu kebun-kebun yang berpemandangan indah, yang kamu sekali-kali tidak mampu menumbuhkan pohon-pohonnya? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Bahkan (sebenarnya) mereka adalah orang-orang yang menyimpang (dari kebenaran).’ (an-Naml: 60)

Ayat ini termasuk ayat mukjizat tentang tumbuh-tumbuhan di dalam al-Qur’an.

Ayat ini mengaitkan antara air dan proses penumbuhan, karena air merupakan syarat utama dan pokok dari proses penumbuhan. Terkadang benih atau biji berdiam di tanah selama bertahun-tahun tanpa tumbuh dan tidak bergerak, sampai air turun padanya, lalu mulailah proses yang mengagumkan dan sarat mukjizat, yaitu proses penumbuhan. Anak-anak kita sering meletakkan biji atau benih di atas kapas basah, tetapi mereka tidak tahu bahwa mereka sedang melakukan salah satu proses kehidupan paling rumit di dunia tumbuhan dan kimia kehidupan. Proses ini digunakan Allah untuk menantang orang yang menyekutukan-Nya, agar mereka melakukan hal serupa tanpa melalui sarana-sarana Allah menciptakan segala sesuatu yang hidup, seperti janin dan air.

Ketika air menetesi benih atau biji, maka ia menyerap air dengan daya serap dan tekanan osmotik. Rumus-rumus air pada tumbuhan itu memiliki hukum matematika tersendiri yang rumit dan meletihkan kita untuk memahaminya melalui berbagai kajian, dan yang masih meletihkan para mahasiswa saat diberi penjelasan mengenainya.

Perhatikan kekuatan yang diletakkan Allah pada selaput biji atau kulit benih. Seandainya selaput itu tidak tembus air, maka air tidak sampai kepada janin di dalam biji atau benih, sehingga gagal-lah proses penumbuhan.

Sebagian benih memang memiliki kulit (sepatut benih) yang keras dan tidak tembus air secara sempurna (yaitu benih pohon jarak). Tetapi, Allah yang menciptakan segala sesuatu dengan baik itu membekali benih ini dengan lobang di bagian atas benih. Lobang ini dikelilingi dengan unsur spon yang menyerap air, yang disebut Caruncle, sehingga air dapat tembus melalui lobang tersebut dan sampai ke janin.

Apakah unsur spon ini tercipta secara kebetulan, bukan ciptaan Khaliq yang Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal? Ataukah ia diciptakan tanpa kekuatan dan kesadaran seperti klaim para pengatur teori Darwin dan orang-orang muslim Artikelalis yang tidak menyembah Allah dengan sebenar-benarnya penyembahan: ‘Mereka tidak mengenal Allah dengan sebenar-benarnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa.’ (al-Hajj: 74)

Ketika air masuk ke benih atau biji, maka terjadilah perubahan-perubahan fisika dimana biji mengembang dan bertambah ukurannya akibat daya serap tersebut, sehingga ia merobek selaputnya. Dan pada waktu yang sama terjadi proses-proses kimiawi yang besar, dimana janin mulai mengeluarkan enzim-enzim pengurai Artikel-Artikel nutrisi yang tersimpan di dalam benih dan biji tersebut. Lalu ia mengubahnya—dari Artikel-Artikel yang kompleks susunannya, besar volumenya, tidak bisa menembus sel-sel janin, dan janin tidak bisa mendayagunakannya—menjadi Artikel yang sederhana susunannya, kecil partikel-partikelnya, bisa menembus melalui selaput dan dinding sel, sehingga janin bisa menyerap makanannya.

Gambar di atas adalah irisan benih, tampak lobang pada benih atau yang disebut Caruncle.

Yang mengagumkan adalah jenis enzim itu sesuai dengan jenis nutrisi yang tersimpan di dalamnya. Enzim-enzim ini mengurai sebagian Artikel yang sangat keras, seperti yang ada pada buah pohon doum yang sebagian dari kita mengolahnya menjadi pakaian yang keras. Enzim-enzim itu mengubahnya menjadi Artikel-Artikel yang lunak dan lembut seperti susu, manis rasanya, mudah dicerna dan diserap.

Proses-proses tersebut berlangsung dalam suhu 25-35 derajat celcius. Apabila kita ingin melakukan proses yang sama di laboratorium, maka kita membutuhkan beberapa bak air panas, asam pembakar dan pengurai. Kita juga membutuhkan beberapa alat pendingin, alat konsentrat, dan alat pengukur suhu yang tepat, serta para arsitek, ilmuwan, dan seniman yang jumlahnya lebih dari ratusan orang. Kita juga membutuhkan pabrik-pabrik yang sangat bising, mengeluarkan asap yang tinggi, dan mengakibatkan pencemaran lingkungan, serta membutuhkan modal yang sangat besar.

Proses ini terjadi dengan sangat tenang, di dalam benih yang diletakkan anak kecil di atas sepotong kapas yang dibasahi. Proses-proses yang rumit ini berlangsung di kebun yang sederhana, yang tidak mengenal equasi kimia, laboratorium, dan penelitian.

Siapakah yang berbuat demikian? Adakah tuhan selain Allah? Apakah itu alam, seperti pernyataan kaum Artikelalis sekuler. Sesungguhnya orang yang meyakini dan menyatakan hal demikian itu tidak berbeda pemikirannya dari mereka yang naif dan bodoh.

Mereka tidak berbeda dari orang yang mengatakan saat terjadi gempa, ‘Kerbau yang memikul bumi di atas salah satu tanduknya memindahkan beban ke tanduk yang satu karena capek.’

Proses kehidupan yang mengagumkan itu memulai pembelahan sel dan kromosom, menganyam jaringan dan membangun dinding. Keluar suhu panas, kehidupan berdenyut, hormon terbentuk, vitamin bekerja, organ tumbuh keluar, akar menghujam ke tanah, batang tumbuh ke atas, tangkai, daun, bunga, dan buah bermunculan, serta jutaan proses kehidupan lain yang sarat mukjizat.

Gambar menjelaskan proses pembelahan sel pada tumbuhan dengan kuasa Allah.

Proses kehidupan yang mengagumkan itu memulai pembelahan sel dan kromosom, menganyam jaringan dan membangun dinding. Suhu panas terpancar, kehidupan berdenyut, hormon terbentuk, vitamin bekerja, organ tumbuh keluar, akar menghujam ke tanah, batang tumbuh ke atas, tangkai, daun, bunga, dan buah bermunculan, serta jutaan proses kehidupan lain yang sarat mukjizat.

Siapakah yang membimbing benih-benih kepada perjalanan yang menakjubkan ini? Adakah tuhan selain Allah? Apakah alam yang tidak berkesadaran dan bisa berpikir itu mampu menciptakannya? Maha Benar Allah dalam firman-Nya, ‘Yang kamu sekali-kali tidak mampu menumbuhkan pohon-pohonnya?’ (an-Naml: 60)


Sumber : http://www.eramuslim.com/syariah/quran-sunnah/proses-tumbuhnya-benih.htm